Seperti inilah semuanya berproses.. tanpa melibatkan satu unsur kesengajaan, aku dan kamu berkenalan dengan tidak menyebut nama satu sama lain secara formal, kemudian dengan penegasan pada kata ‘pertemanan’ kita berjalan di bawah bayang-bayang yang berada pada titik opacity yang minim, Sampai sekarang.
Bahkan kita tidak punya kebersamaan yang intensitasnya mengalahkan pertemuan antara bulan dan bintang-bintang. Dan hanya ada satu-dua nama diantara kita, tertulis di sisa-sisa catatan harianku yang sudah dipak rapi, menunggu tukang loak datang untuk ditukar dengan beberapa lembar ribuan dari pada harus dibakar.
Sayangnya aku lupa kapan tepatnya hari itu dimulai. Hari dimana aku berpaling dari mereka dan mengenalmu. Hari dimana pertama kalinya aku mendengar kamu bukan sebagai seseorang yang biasa-biasa saja. Hari dimana aku harus turun kesini.
Arghh... kenapa aku disini?!
"i'm tired, i want to rest my mind"
bayangankan,
jika aku,
hilang
Jumat, September 05, 2008
au revoir
Label: berita / artikel
Kamis, September 04, 2008
sms.. sms..
“2 new messages … “ sekitar pukul 21:30 WIB, monitor saya ter-radiasi handphone yang saya letakkan di sebelahnya karena mendapat pesan dari operator yang berbunyi demikian.
saya abaikan, dan berusaha tetap berkonsentrasi dengan apa yang tengah saya kerjakan saat itu di depan komputer. Tetapi, efek pesan itu terus meracuni pikiran saya. Meracuni hingga seakan kecanduan
Tiga sampai empat SMS pertama saya anggap sebagai pesan yang cukup penting untuk disampaikan. Semisal menanyakan dan meminta bantuan pada teman, mengingatkan seseorang untuk melakukan atau membawa sesuatu pada saat bertemu nanti, memastikan tempat dan waktu bertemu, hingga menjawab pesan seseorang yang semula dianggap kurang penting untuk dibalas. Lantas, SMS setelahnya …?
Dari mulai SMS konyol: Ni sms KUTUKAN.. g dbc ingusan, dbc mi”san. g dblz panuan, diblz kudisan. Dsmpn jerawatan, diapuz sariawan, disbrkan bisulan. Ktawa bintitan, gktw belekan….
SMS narsis: Stiap malam gw merenung, betapa gw merasa bersalah… coz gw banyak dosa. Gw pandangi diri di cermin… gokil, anjrit, cute bgt gw!!.. dosa apa gw smpe bza bgini…??
SMS ucapan manis: Nit3 has c0me.. n s0 m4ny an9el flyin in th3 sky.. th3y want f0und s0meon3.. n th3y f0und u 2 say “gud nait” sw3et drim.. =)
SMS jebakan: Yank, kmana aza g ngsih kbr? Yank, dah makan blon? Trus, yank dah shalat belom? Nyadar atuh Yank, kan EYANK udah tua… ^_^
Sampai SMS yang gak penting: Permisi, numpang buang pulzaaaa…
Haduh..!!, kini inbox saya malah penuh dengan SMS-SMS semacam itu. Ya, daripada menyimpan SMS yang hanya tahan sekali baca.
Tetapi, sebisa mungkin, saya selalu memanfaatkan sms itu untuk sesuatu yang saya anggap lebih signifikan. Suatu ketika, saya pernah meng-SMS seseorang dengan pertanyaan-pertanyaan tentang waktu dan kenangan.
Ketika saya bertanya, saya tidak terlalu berharap orang lain menjawab. Terkadang, saya hanya ingin mem-print-out dokumen-dokumen hati yang rasanya sudah terlalu menumpuk dan melebihi batas kapasitasnya. Tetapi, memang, tidak ada jawaban yang benar2 membantu saya untuk menuntaskan sedikit rasa penasaran saya tentang sesuatu yang saya sendiri tidak begitu paham.
Dan, malam itu, saya kembali ber-SMS dengan seseorang yang berbeda. Ia teman (*dari sms-an) saya. Tadinya, sayalah yang berniat ‘curhat’ padanya, tetapi ia lebih dulu menodong saya dengan curhatannya.
Saya lupa, sejak kapan persisnya kami tidak lagi mengatakan detil masalah yang tengah terjadi, melainkan hanya mengambil garis besarnya saja; sesuatu yang memungkinkan untuk dapat tersampaikan dalam deretan pesan dengan jumlah kata terbatas itu. Hingga akhirnya, bukan hanya masalahnya saja yang sedikit terselesaikan, tetapi masalah saya juga.
Ternyata, ketika kamu menemukan seseorang yang bermasalah juga-bahkan lebih darimu, maka setidaknya kamu masih percaya bahwa Tuhan itu Maha Adil. Dan dengan caramu berusaha membantu orang lain dalam menyelesaikan masalahnya-entah itu hanya dengan sekadar kata-kata bijak, tanpa kamu sadari kamu sudah bersikap bijak kepada dirimu sendiri dan sedang membasuh lukamu sendiri. Akhirnya, akan ada dua orang yang merasa sama-sama cukup lega.
"dan saya pun belajar satu hal,
bahwa Illahi masih mencintai saya,
tak pernah berhenti mencintai saya"
“3 new messages … “ sekitar pukul 22:00 WIB, monitor saya ter-radiasi handphone yang saya letakkan di sebelahnya karena mendapat pesan dari operator yang berbunyi demikian.
"hmm.. bukan dia,
bukan orang yang saya ingin"
Label: berita / artikel
